Senin, 27 Juni 2011

Bercinta Dengan Tante Rika

kisah ku ini dimulai dari  depan rumahku. Aku memiliki tetangga seorang wanita, Tante Rika namanya, Usianya saat itu sekitar 24 tahun. Ia bekerja sebagai kasir di sebuah mall di kotaku. Ia cukup cantik, jika dilihat mirip bintang sinetron mungkin, kulitnya putih, rambutnya hitam panjang sebahu. Namun yang paling membuatku betah melihatnya adalah payudaranya yang indah. Kira-kira ukurannya 36B, Payudara itu nampak serasi dengan bentuk tubuhnya yang langsing.
Keindahan tubuh  Tante Rika tampak semakin aduhai saat aku melihat pantatnya. Kali ini aku tidak bisa berbohong, ingin sekali kuremas-remas pantatnya yang aduhai itu. Bahkan jika Tante Rika memintaku mencium pantatnya akan kulakukan. Satu hal lagi yang membuatku betah melihatnya adalah bibirnya yang merah. Ingin sekali aku melumat bibir merekah itu. Tentu akan sangat nikmat saat membayangkan keindahan tubuhnya.
Setiap pagi saat menyapu teras rumahnya, Tante Rika selalu menggunakan kaos tanpa lengan dan hanya mengenakan celana pendek. Jika ia sedang menunduk, sering kali aku melihat bayangan celana dalamnya berbentuk segi tiga. Saat itu Kontol ku langsung berdiri dibuatnya. Apalagi jika saat menunduk tidak terlihat bayangan celana dalamnya, aku selalu berpikir, wah pasti ia tidak memakai celana dalam. Kemudian aku membayangkan bagaimana ya tubuh  Tante Rika jika sedang bugil, rambut Vagina nya lebat apa tidak ya. Itulah yang selalu muncul dalam pikiranku setiap pagi, dan selalu Kontol ku berdiri dibuatnya. Bahkan aku berjanji dalam hati jika keinginanku terkabul, aku akan menciumi seluruh bagian tubuh Tante Rika. Terutama bagian pantat, toket dan Vagina nya, akan kujilati sampai puas.
Malam itu, aku pergi ke rumah temanku, latihan musik untuk pementasan di sekolah. Kebetulan orang tua dan saudaraku pergi ke luar kota. Jadi aku sendirian di rumah. Kunci kubawa dan kumasukkan saku jaket. Karena latihan sampai malam aku keletihan dan tertidur, sehingga terlupa saat jaketku dipakai Johan. Aku baru menyadari saat sudah sampai di teras rumah.
“Waduh kunci terbawa Johan,” ucapku dalam hati. Padahal rumah Johan cukup jauh juga. Apalagi sudah larut malam, sehingga untuk kembali dan numpang tidur di rumah temanku tentu tidak sopan. Terpaksa aku pulang dan tidur di teras rumah, ya itung-itung ronda, keluhku.
“Lho masih di luar Hen..” Aku tertegun mendengar sapaan itu, ternyata Tante Rika baru pulang.
“Eh iya.. Tante , Tante Rika juga baru pulang?” ucapku membalas sapaannya. “Iya, tadi setelah pulang kerja, aku mampir ke rumah teman yang ulang tahun,” jawabnya.
“Kok kamu tidur di luar Hen.”
“Anu.. kuncinya terbawa teman, jadi ya nggak bisa masuk,” jawabku. Sebetulnya aku berharap agar Tante Rika memberiku tumpangan tidur di rumahnya. Selanjutnya Tante Rika membuka pintu rumah, tapi kelihatannya ia mengalami kesulitaan. Sebab setelah dipaksa-paksa pintunya tetap tidak mau terbuka. Melihat hal itu aku segera menghampiri dan menawarkan bantuan.
“Kenapa Tante , pintunya macet..”
“Iya, memang sejak kemarin pintunya agak rusak, aku lupa memanggil tukang untuk memperbaikinya.” jawab
Tante Rika.
“Kamu bisa membukanya, Hen.” lanjutnya.
“Coba
Tante , saya bantu.” jawabku, sambil mengambil obeng dan tang dari motorku.
Aku mulai bergaya, ya sedikit-sedikit aku juga punya bakat Mc Gayver. Namun yang membuatku sangat bersemangat adalah harapan agar
Tante Rika memberiku tumpangan tidur di rumahnya.
“Kletek.. kletek…” akhirnya pintu terbuka. Aku pun lega.
“Wah pinter juga kamu Hen, belajar dari mana.”
“Ah, nggak kok
Tante .. maklum saya saudaranya Mc Gayver,” ucapku bercanda.
“Terima kasih ya Hen,” ucap
Tante Rika sambil masuk rumah.
Aku agak kecewa, ternyata ia tidak menawariku tidur di rumahnya. Aku kembali tiduran di kursi terasku. Namun beberapa saat kemudian.
Tante Rika keluar dan menghampiriku.
“Tidur di luar tidak dingin. Kalau mau, tidur di rumahku saja Hen,” kata
Tante Rika.
“Ah, nggak usah
Tante , biar aku tidur di sini saja, sudah biasa kok, “jawabku basa-basi.
“Nanti sakit lho. Ayo masuk saja, nggak apa-apa kok.. ayo.”
Akhirnya aku masuk juga, sebab itulah yang kuinginkan.
Tante , saya tidur di kursi saja.”
Aku langsung merebahkan tubuhku di sofa yang terdapat di ruang tamu.
“Ini bantal dan selimutnya Hen.”
Aku tersentak kaget melihat
Tante Rika datang menghampiriku yang hampir terlelap. Apalagi saat tidur aku membuka pakaianku dan hanya memakai celena pendek.
“Oh, maaf 
Tante , aku terbiasa tidur nggak pakai baju,” ujarku.
“Oh nggak pa-pa Hen, telanjang juga nggak pa-pa.”
“Benar
Tante , aku telanjang nggak pa-pa,” ujarku menggoda.
“Nggak pa-pa, ini selimutnya, kalau kurang hangat ada di kamarku,” kata
Tante Rika sambil masuk kamar.
Aku tertegun juga saat menerima bantal dan selimutnya, sebab Tante Rika hanya memakai pakaian tidur yang tipis sehingga secara samar aku bisa melihat seluruh tubuh Tante Rika. Apalagi ia tidak mengenakan apa-apa lagi di dalam pakaian tidur tipis itu. Aku juga teringat ucapannya kalau selimut yang lebih hangat ada di kamarnya. Langsung aku menghampiri kamar Tante Rika. Ternyata pintunya tidak ditutup dan sedikit terbuka. Lampunya juga masih menyala, sehingga aku bisa melihat Tante Rika tidur dan pakaiannya sedikit terbuka. Aku memberanikan diri masuk kamarnya.
“Kurang hangat selimutnya Hen,” kata Tante Rika.

“Iya
Tante , mana selimut yang hangat,” jawabku memberanikan diri.
“Ini di sini,” kata
Tante Rika sambil menunjuk tempat tidurnya.
Aku berlagak bingung dan heran. Namun aku mengerti
Tante Rika ingin aku tidur bersamanya. Mungkin juga ia ingin aku.., Pikiranku melayang kemana-mana. Hal itu membuat Kontol ku mulai berdiri. Terlebih saat melihat tubuh Tante Rika yang tertutup kain tipis itu.
“Sudah jangan bengong, ayo sini naik,” kata Tante Rika.
“Eit, katanya tadi mau telanjang bugil, kok masih pakai celana pendek, buka dong kan asyik,” kata
Tante Rika saat aku hendak naik ranjangnya.
Kali ini aku benar-benar kaget, tidak mengira ia langsung memintaku telanjang. Tapi kuturuti kemauannya dan membuka celana pendek berikut cekana dalamku. Saat itu Kontol ku sudah berdiri.
“Ouww, punyamu sudah berdiri Hen, kedinginan ya, ingin yang hangat,” katanya.
Tante nggak adil dong kalau hanya aku yang bugil, Tante juga dong,” kataku.
“OK Hen, kamu mau membukakan pakaianku.”
Kembali aku kaget dibuatnya, aku benar-benar tidak mengira
Tante Rika mengatakan hal itu. Ia berdiri di hadapanku yang sudah bugil dengan Kontol berdiri. Aku memang baru kali ini tidur bersama wanita, sehingga saat membayangkan tubuh Tante Rika Kontol ku sudah berdiri.
“Ayo bukalah bajuku,” kata Tante Rika.
Aku segera membuka pakaian tidurnya yang tipis. Saat itulah aku benar-benar menyaksikan pemandangan indah yang belum pernah kualami. Jika melihat cewek bugil di film sih sudah sering, tapi melihat langsung baru kali ini.
Setelah Tante Rika benar-benar bugil,

tanganku segera melakukan pekerjaannya. Aku langsung meremas-remas Payudara Tante Rika yang putih dan mulus. Tidak cuma itu, aku juga mengulumnya. Puting susunya kuhisap dalam-dalam. Tante Rika rupanya keasyikan dengan hisapanku. Semua itu masih dilakukan dengan posisi berdiri.
“Oh, Hen nikmat sekali rasanya..”
Aku terus menghisap puting susunya dengan ganas. Tanganku juga mulai meraba seluruh tubuh
Tante Rika. Saat turun ke bawah, tanganku langsung meremas-remas pantat Tante Rika. Pantat yang padat dan sintal itu begitu asyik diremas-remas. Setelah puas menghisap Payudara, mulutku ingin juga mencium bibir Tante Rika yang merah.
“Hen, kamu ahli juga melakukannya, sudah sering ya,” katanya.
“Ah ini baru pertama kali
Tante , aku melakukan seperti yang kulihat di film blue,” jawabku.
Aku terus menciumi tiap bagian tubun
Tante Rika. Aku menunduk hingga kepalaku menemukan segumpal rambut hitam. Rambut hitam itu menutupi lubang Vagina  Tante Rika. Bulu Vagina nya tidak terlalu tebal, mungkin sering dicukur. Aku mencium dan menjilatinya. Tanganku juga masih meremas-remas pantat Tante Rika. Sehingga dengan posisi itu aku memeluk seluruh bagian bawah tubuh Tante Rika.
“Naik ranjang yuk,” ucap Tante Rika.
Aku langsung menggendongnya dan merebahkan di ranjang.
Tante Rika tidur dengan terlentang dan paha terbuka. Tubuhnya memang indah dengan Payudara yang menantang dan bulu Vagina nya yang hitam indah sekali. Aku kembali mencium dam menjilati Vagina  Tante Rika. Vagina  itu berwarna kemerahan dan mengeluarkan bau harum. Mungkin Tante Rika rajin merawat Vagina nya

Saat kubuka Vagina nya, aku menemukan klitorisnya yang mirip biji kacang. Kuhisap klitorisnya dan Tante Rika menggeliat keasyikan hingga pahanya sedikit menutup. Aku terjepit diantara paha mulus itu terasa hangat dan nikmat.
“Masih belum puas menjilatinya Hen.”
“Iya
Tante , punyamu sungguh asyik dinikmati.”
“Ganti yang lebih nikmat dong.”
Tanpa basa-basi kubuka paha mulus
Tante Rika yang agak menutup. Kuraba sebentar bulu yang menutupi Vagina nya. Kemudian sambil memegang Kontol ku yang berdiri hebat, 
kumasukkan batang Kontol ku itu ke dalam Vagina Tante Rika.
“Oh, Tante ini nikmatnya.. ah.. ah..”
“Terus Hen, masukkan sampai habis.. ah.. ah..”
Aku terus memasukkan Kontol ku hingga habis. Ternyata Kontol ku yang 17 cm itu masuk semua ke dalam
Vagina Tante Rika. Kemudian aku mulai dengan gerakan naik turun dan maju mundur.
Tante Rika.. Nikmat.. oh.. nikmat sekali.... ah..”
Semakin lama gerakan maju mundurku semakin hebat. Itu membuat
Tante Rika semakin menggeliat keasyikan.
“Oh.. ah.. nikmat.. Hen.. terus.. ah.. ah.. ah..”
Setelah beberapa saat melakukan maju mundur, Tante Rika memintaku menarik Kontol. Rupanya ia ingin berganti posisi. Kali ini aku tidur terlentang. Dengan begitu Kontol ku terlihat berdiri seperti patung. Sekarang Tante Rika memegang kendali permainan. Diremasnya Kontol ku sambil dikulumnya. Aku kelonjotan merasakan nikmatnya kuluman Tante Rika. Hangat sekali rasanya, mulutnya seperti Vagina  yang ada lidahnya. Setelah puas mengulum Kontol ku, ia mulai mengarahkan Kontol ku hingga tepat di bawah Vagina nya. Selanjutnya ia bergerak turun naik, sehingga Kontol ku habis dilumat Vagina nya.
“Oh.. Tante Rika.. nikmaat sekali.. hangat dan oh..”
Sambil merasakan kenikmatan itu, sesekali aku meremas-remas Payudara
Tante Rika. Jika ia menunduk aku juga mencium Payudara itu, sesekali aku juga mencium bibir Tante Rika.
“Oh Hen punyamu Oke juga.. ah.. oh.. ah..”
“Punyamu juga nikmaaat
Tante Rika.. ah.. oh.. ah…”
Tante Rika rupanya semakin keasyikan, gerakan turun naiknya semakin kencang. Aku merasakan Vagina  Tante Rika mulai basah. Cairan itu terasa hangat apalagi gerakan Tante Rika disertai dengan pinggulnya yang bergoyang. Aku merasa Kontol ku seperti dijepit dengan jepitan dari daging yang hangat dan nikmat.
Tante Rika... Nikmat.......”
“Eh.. ahh.. ooohh.. Hen.. asyiiikkk.. ahh.. enak.. nikmat..”
Setelah dengan gerakan turun naik,
Tante Rika melepas Kontol ku. Ia ingin berganti posisi lagi. Kali ini ia nungging dengan pantat menghadapku. Nampak olehku pantatnya bagai dua bantal yang empuk dengan lubang nikmat di tengahnya. Sebelum kemasukan Kontol ku, aku menciumi dahulu pantat itu. Kujilati, bahkan hingga ke lubang duburnya. Aku tak peduli dengan semua hal, yang penting bagiku pantat Tante Rika kini menjadi barang yang sangat nikmat dan harus kunikmati.
“Hen, ayo masukkan Penis mu aku nggak tahaan nih,” kata Tante Rika.
Kelihatannya ia sudah tidak sabar menerima hunjaman Kontol ku.
“Eh iya
Tante , habis pantat Tante nikmat sekali, aku jadi nggak tahan,” jawabku.
Kemudian aku segera mengambil posisi, kupegang pantatnya dan kuarahkan Kontol ku tepat di lubang
Vagina nya. Selanjutnya Kontol ku menghunjam dengan ganas Vagina  Tante Rika. Nikmat sekali rasanya saat Kontol ku masuk dari belakang. Aku terus menusuk maju mundur dan makin lama makin keras.
“Oh.. Aah.. Hen.. Ooohh.. Aah.. Aaahh.. nikmat Hen.. terus.. lebih keras Hen…”
Tante Rika.. enak sekali.. nikmat sekali...”
Kembali aku meraskan cairan hangat dari
Vagina Tante Rika membasahi Kontol ku. Cairan itu membuat Vagina  Tante Rika bertambah licin. Sehingga aku semakin keras menggerakkan Kontol ku maju mundur.Tante Rika Merintih, ia memejamkan mata menahan rasa nikmat yang teramat sangat. Rupanya ia sudah orgasme. Tak Lama Kemudian Aku juga Mengluarkan Sperma
Tante .. aku mau keluar nih, aku nggak tahan lagi..”
Kutarik Kontol ku keluar dari lubang duburnya dan dari Kontol ku keluar sperma berwarna putih. Sperma itu muncrat diatas pantat Tante Rika yang masih menungging. Aku meratakan spermaku dengan ujung Kontol ku yang sesekali masih mengeluarkan sperma. Sangat nikmat rasanya saat ujung Kontol ku menyentuh pantat Tante Rika.
“Oh, Tante Rika..
Tante Rika.. nikmat sekali deh.. Hebat.. permainan Tante bener-bener hebat..”
“Kamu juga Hen, Kontolmu hebat.. hangat dan nikmat..”
Kami berpelukan di ranjang itu, tak terasa sudah satu jam lebih kami menikmati permainan itu. Selanjutnya karena lelah kami tertidur pulas. Esok harinya kami terbangun dan masih berpelukan. Saat itu jam sudah pukul 09:30 pagi.
“Kamu nggak sekolah Hen,” tanya  Tante Rika.
“Sudah terlambat,
Tante Rika tidak bekerja.”
“Aku masuk sore, jadi bisa bangun agak siang..”
Kemudian 
Tante Rika pergi ke kamar mandi. Aku mengikutinya, kami mandi berdua dan saat mandi kembali kami melakukan permainan nikmat itu. Walaupun dengan posisi berdiri, tubuh Tante Rika tetap nikmat. Akhirnya pukul 14:30 aku pergi ke rumah Johan dan mengambil kunci rumahku. Tapi sepanjang perjalanan aku tidak bisa melupakan malam itu. Itulah saat pertama aku melakukan permainan seks dengan seorang wanita.


3 komentar:

Poskan Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2010. Cerita Mesum - All Rights Reserved Template by HsH